Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan haus. Bulan suci ini merupakan ruang belajar yang sangat kaya untuk membentuk karakter, kesadaran diri, serta nilai-nilai kehidupan yang akan melekat hingga dewasa. Di Sekolah Creativepreneur Muda (SCM), Ramadhan dimaknai sebagai proses pendidikan yang utuh melalui pendekatan Seven Working Area Ramadhan.
Pendekatan ini dirancang untuk membantu anak belajar mengelola diri, memahami makna ibadah, serta menerapkan nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari secara nyata dan kontekstual.
Pada aspek Personal Development, siswa dibimbing untuk bermuhasabah, melatih disiplin ibadah, serta mengelola waktu dengan lebih sadar. Disiplin dibangun bukan karena paksaan, melainkan dari pemahaman dan kesadaran diri.
Melalui Spiritual Meaning, siswa diajak melakukan tadabbur dan refleksi makna puasa, sehingga ibadah tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi menjadi pengalaman spiritual yang bermakna. Sementara itu, pada area Family, sekolah mendorong kolaborasi aktif dengan orangtua agar nilai-nilai Ramadhan juga tumbuh dan dipraktikkan di lingkungan keluarga.
Ramadhan juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial melalui Social Contribution, di mana siswa terlibat dalam aksi sosial nyata. Di sisi lain, aspek Academic & Thinking mengajak siswa melakukan riset sederhana dan problem solving yang relevan dengan kondisi sekitar.
Nilai kreativitas dan kepemimpinan turut dikembangkan melalui Creativity, dengan kampanye kebaikan yang dirancang oleh siswa, serta Leadership, melalui pembelajaran manajemen proyek dan kepemimpinan tim.
Melalui Seven Working Area Ramadhan, SCM menanamkan keyakinan bahwa karakter yang kuat berawal dari kemampuan mengatur diri sendiri. Ramadhan menjadi ruang latihan untuk bertumbuh secara spiritual, intelektual, sosial, dan emosional—membentuk anak yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga sadar, bertanggung jawab, dan berkarakter.



