Setiap anak terlahir unik. Tidak ada dua perjalanan hidup yang benar-benar sama, meskipun mereka tumbuh di lingkungan yang serupa. Karena itu, langkah awal dalam menemukan jalan hidup bukanlah dengan membandingkan diri dengan orang lain, melainkan dengan mengenal diri sendiri.
Mengenal diri berarti memahami apa yang membuat kita bersemangat, apa yang menjadi kekuatan, apa yang menantang, dan bagaimana cara terbaik kita belajar serta bertumbuh. Proses ini tidak selalu instan. Ia tumbuh melalui pengalaman, refleksi, dan pendampingan yang tepat—baik dari keluarga maupun lingkungan pendidikan.
Ketika anak mulai mengenali dirinya, ia akan lebih mudah menentukan arah. Bukan karena tahu segalanya sejak awal, tetapi karena ia memiliki kesadaran diri. Anak belajar menerima dirinya apa adanya, sekaligus berani mengembangkan potensi yang dimiliki. Dari sinilah kepercayaan diri tumbuh secara alami.
Di dunia yang penuh pilihan dan tuntutan, mengenal diri menjadi bekal penting agar anak tidak mudah kehilangan arah. Ia belajar membuat keputusan dengan pertimbangan nilai, minat, dan kemampuan, bukan semata karena dorongan lingkungan atau ekspektasi orang lain.
Pendidikan sejatinya bukan hanya tentang menyiapkan anak untuk “menjadi apa”, tetapi juga membantu mereka memahami siapa dirinya. Ketika anak mengenal dirinya dengan baik, jalan hidup tidak terasa membingungkan, melainkan menjadi proses yang dijalani dengan kesadaran, tanggung jawab, dan makna.
Karena pada akhirnya, jalan hidup setiap anak dimulai dari satu langkah sederhana namun mendasar: kenal diri



